Kimberley Hotel Penang

Standard

Jauh hari sebelum ke Penang, saya sudah sering intip beberapa travel app untuk lihat perbandingan harga hotel dan apartemen. Awalnya sih niat sewa apartemen 2BR saja karena kami travelling dengan orangtua, tapi melihat harga di AirBnB kok jauh dari budget dan jaraknya juga jauh dari spot wisata incaran kami. Berhubung banyak travel blog yang bilang spot wisata Pulau Penang bisa ditempuh dengan berjalan kaki, jadi pencarian penginapan yang strategis itu wajib hukumnya πŸ˜€ … setelah harga pastinya hahahah.

Georgetown atau Gurney Drive? kami memilih Georgetown. Gurney Drive katanya lebih hype dengan mall sedangakan Georgetown lebih ke historical area. Menurut map dan beberapa review si Kimberley Hotel ini cukup strategis. Poin yang paling penting, ratenya itu loh, less than 400k/ night untuk 1 King Bed!!! Apalagi ditambah kode promo kalo pesen di traveloka gituh, lebih murce.

Hasil gambar untuk kimberley hotel penang

Ada harga ada mutu tentunya. Saya harus terima ukuran kamar nya yang mini, sampai mau solat dan makan saja kami bingung hihi. Soal kebersihan sih lumayan ya, hanya furniturnya berdebu πŸ™. Dan tiap hari minta make up room pun tetap berdebu πŸ™

Kimberley hotel punya cafetaria yang lokasinya persis depan pintu masuk hotelnya, namanya Auction Rooms. Tempatnya cantik banget untuk foto – foto. Dan kita bisa loh pesan makanan dari kamar. Tapi kurang tau ini halal atau tidak, kami pribadi tidak mencoba.  Ohya di samping Kimberley ini ada Happy Mart loh jadi gampang untuk cari cemilan. Sepanjang jalan Sungai Ujong ini area china town dan ramai makanan non halal kalau malam. Aku sih jajan duren aja heuuheu. Chowrasta Market dekat dari sini, kalau pagi sempetin deh jalan kaki seru banget melihat keramaian pasar dengan aneka barang yang dijual tapi terus bingung mau jajan apa karena ga ada yang halal πŸ˜…

Tapi jangan khwatir buat para muslim, dari Hotel ke kanan jalan sedikit sudah sampai Komtar. Ada Prangin Mall dan 1st Avenue disitu. Craving for Nasi Kandar? Dari hotel hadap kiri ke arah Chowrasta, beberapa belokan ada Nasi Kandar Hamidiyah, Nasi Kandar Line Clear. Ada juga loh Chinese Food Halal certified namanya Bee Hwa. Ini famous yah, coba aja googling. Alhamdulillah cukup jalan kaki saja dari Kimberley Hotel. Mau naik bis keliling Penang tinggal jalan kaki ke Komtar, cukup strategis pokoknya. So kalau ke Penang dengan budget minim, hotel ini bisa jadi tempat ok untuk menginap ya kawan ❀❀❀

 

Advertisements

De Voyage Bogor

Standard

Buat teman – teman yang senang jalan-jalan di kota Bogor, ada wisata baru lho di komplek BNR (Bogor Nirwana Residence) namanya De Voyage. Pertama tau objek wisata ini dari Ibu saya, biasalah si Ibu mau kunjungan wisata sama gank nya, jadilah kami sekeluarga ikutan survey dulu πŸ˜€

Baca – baca blog dan lihat foto – foto di medsos tentang De Voyage ini menarik sekali. Tempatnya instagramable dan luas. Kupikir, pasti cocok untuk anak – anak nih.

Kami berangkat sudah terlalu siang, jadi panas terik disana, better pakai topi/ bawa payung karena area nya outdoor. Tiket masuk untuk weekday 25k, weekend 35k. Anak diatas usia 2 tahun, sudah dihitung 1tiket. Tidak diperkenankan membawa makanan/ minuman dari luar. Tapi kalau diumpetin dalam tas, ga papa sih πŸ˜€

De Voyage ini semacam taman yang dibuat cantik sekali. Ada miniatur menara Eiffel, kincir air, danau kecil dengan sampan warna – warni dan rumah – rumah cantik bergaya Eropa. Disana juga banyak cafe/ booth makanan – minuman. Ada juga tempat main anak mobil, kuda dan kereta dengan coin sayangnya area permainannya kecil dan sisanya wisata foto. Buat yang suka foto pasti senang karena banyak objek untuk diabadikan tapi untuk keluarga yang nyari wisata anak sepertinya ini kurang oke, better ke The Ranch.

The Ranch Cisarua, Puncak

Standard

——Setelah lamaa ga nge blog akhirnya dapat hidayah untuk nulis lagi :D——

Pada tau ga wisata berkuda di daerah Lembang, Bandung namanya The Ranch? Nah warga Jakarta Depok ga usah jauh-jauh kesana karena di Puncak pun sudah ada wisata berkuda yang menurut saya lebih bagus dengan yang di Lembang.

Lokasinya gampang dijangkau, di jalan raya Puncak, 1km aja dari Cimory Riverside, sama-sama di kanan jalan kalau dari arah Jakarta. Tempatnya besar dan luas, pasti keliatan deh kalau kita melewati jalan raya Puncak.

Biaya tiket masuk 20, 000 rupiah yang bisa ditukar dengan susu segar atau potongan harga untuk makan di Resto. Seperti di Farmhouse ya? hihii rupanya memang konsep The Ranch Puncak ini gabungan antara The Ranch Lembang dan Farmhouse. Suasananya juga dibuat seolah kita berada di Eropa abad pertengahan, bisa dilihat dari adanya kastil dan hamparan bukit-bukit cantik yang instagramable banget! Pengunjung yang ingin berkuda pun ber kostum ala ala Robin Hood lengkap dengan topi nya.

Di The Ranch Puncak ini pengunjung tidak hanya bisa berkuda tapi juga main dengan sapi, domba, kelinci, pancing ikan atau keliling dengan delman. Wahana permainan anak juga disediakan seperti panahan, berkuda, trampolin dan lainnya. Selain berkuda, yang paling saya suka adalah gembala domba. Dengan membayar 25, 000 rupiah kita bisa kasih makan seikat sawi dan wortel. Lucunya si domba itu tau aja loh kita masuk bawa makanan. Jadi baru juga masuk udah dikejar-kejar dengan segerombolan domba yang gemesin.

 

 

Capek main dengan hewan, kita bisa santai sejenak di lantai atas. Selain musholla yang lumayan luas, ada castle cafe dengan aliran sungai kecil yang dikelilingi bunga – bunga cantik lengkap dengan jembatan mungil. Cocok banget buat foto – foto. Ohya di pintu masuk, ada toko oleh – oleh jadi selesai main bisa langsung belanja πŸ˜€

Selamat berlibur!


IMG_6990IMG_6980IMG_7001

Farmhouse Lembang Bandung

Standard

Jalan – jalan ke Lembang harus coba objek wisata kekinian Farmhouse! Jujur saja, tujuan saya wisata ke Lembang ya mau kesini ini karena ada petting zoo yang disukai Zahra. Lokasi mudah sekali dijangkau. Dari Kampus UPI Ledeng lurus aja ke jalan raya Lembang, Farmhouse ada di sisi kiri jalan.

Pengunjung dikenakan tiket masuk 20,000 idr yang bisa ditukar dengan 1 gelas susu segar. Pilihan rasa ada plain, coklat dan strawberry. Bisa juga ditukar dengan susu kemasan kecil isi 3. Bisa juga digunakan sebagai diskon voucher makan di Resto.

 

 

Sesuai pemberitaannya di Farmhouse banyak spot – spot foto yang kece. Sumur Harapan, Rumah Hobbit, Taman Bunga, Petting Zoo, Rumah bergaya Eropa, Gembok Cinta, Hutan Pinus dan lainnya. Bagus sih memang ga heran pengunjung rela antri buat foto di 1 spot. Saya datang saat weekday dan tetep ya rameeee πŸ˜€ But honestly ini ga sesuai ekspetasi saya 😦 Bayangan saya area ini luas tapi ternyata sempit hohooohooo πŸ˜‰ jadi spot yang saya sebutkan diatas itu berdekatan. Mungkin kata Farm itu jadi saya berpikir lapangan hijau luas heheheh.

 

Lapar keliling – keliling, bisa coba makan di Backyard Kitchen. Itu lho yang dibilang Rumah gaya Eropa. Saya sih ga sempet makan #kekeup dompet. Nah nuansa desa Eropa ini mengingatkan saya pada Colmare Tropicale di Malaysia. Haduuuh mulai baperΒ  😦 😦 😦 Tapi disini lebih bersih dan rapih hihii. Buat mengganjal perut lapar, bisa jajan – jajan makanan di sekitar situ. Ada beberapa booth yang jual cookies, natural jam (enak lho, g mah nyobain tester doang trus ngacirrr :D), croissant 5,000/ pcs yang enaak sekali, snack kemasan import dan lainnya.

Favorit saya tentu saja Petting Zoo!! Zahra happy dan excited banget langsung heboh ngeliat domba – domba unyu. Ada juga kelinci, anak ayam piyik, burung, iguana, anak landak juga sapi. Pengunjung diperbolehkan untuk kasih makan dan nyusuin hewan ini dengan biaya 5000 – 10,000 idr. Datang kesini jangan lupa bawa topi ya, kalau udah mulai siang berasa panas banget, lah anak domba nya aja pada ngacirr neduh ga kuat panas πŸ˜€

 

Dusun Bambu Lembang

Standard
Dusun Bambu Lembang

Jalan – jalan ke Lembang, sayang banget kalau ga sempetin ke Dusun Bambu. Yup, wisata keluarga yang lagi happening ituuh. Lokasinya memang agak jauh dibanding objek wisata lainnya di Lembang. Dari Lembang ambil jalan Kolonel Masturi, ikutin jalan aja mentok sampe ke ujung pasti ketemu. Pengunjung dikenakan tiket masuk 15,000/ orang nah dengan tukar 2 tiket kita bisa dapat 1 botol air mineral atau bibit pohon Mahoni. Jerejeeeng…dimana coba mau nanem pohon segitu gede πŸ˜€

Setelah beli tiket masuk, pengunjung dijemput dengan mobil unyu namanya Ontang – Anting menuju tempat wisata. Zahra excited banget mau main di playground as always yaaa. Tiket masuk nya 50,000 idr sepuasnya. Kalau mau keluar dulu boleh – boleh saja asal cap tidak hilang. 1 pendamping diperkenankan masuk gratis. Mainan disini variatif banget. Ada prosotan, ayunan, rumah – rumahan, trampolin, lego besar, bola, sepeda, meniti kayu, seluncuran, dan lainnya. Yang buat nyaman semua mainan terawat dan area dilapisi rumput sintetis. Playground ini bersebelahan dengan Rabbit Wonderland. Dimana anak – anak bisa main kelinci dengan membayar 50,000 idr dalam area berbentuk labirin.

1471844486008

Ontang AntingΒ 

 

Capek main silahkan langsung pilih Β beberapa tempat makan yang tersedia. Dekat playground ada tempat makan model food court, Pasar Katulistiwa. Jadi sembari jagain anak, orang tua bisa leyeh – leyeh pesan makan. Ohya, pembayaran disini dengan kartu yang mesti di top up ya, bukan dengan cash. Disini ada pula pasar tradisional, pengunjung bisa membeli aneka jajanan khas Bandung sebagai oleh – oleh.

Pilihan lainnya ada Lutung Kasarung. Saya dan keluarga excited banget mau makan disini. Itu lho sarang burung yang iconic banget dari Dusun Bambu yang sliweran di Instagram. Sayangnya setelah hitung – hitung mahal juga ya. Karena untuk sewa tempat saja dikenakan biaya 150, 000 idr belum ditambah dengan biaya makan dan minum yang bisa dipesan dari food court Pasar Katulistiwa. Duh kami langsung ogah ahhaha dan beranjak ke Purbasari.

Purbasari menyajikan makanan sunda yang cocok banget dengan selera orang tua saya heheh. Tempatnya pun oke, lesehan di gubuk – gubuk rumah yang mengelilingi danau. Duh udah kebayang setelah makan, bisa leyeh – leyeh tiduran santai sambil mandang danau. Sayangya untuk makan disini pilihan makanan sudah dipatok dalam bentuk paket seharga 125,000/ pax dengan minimal 4 pax. Itu belum termasuk minuman dan pajak ;( ;(

Kami memilih untuk makan di Burangrang Resto. Sempat males sih karena impian makan di tempat unik malah nyerah di Resto. Tapi apa daya, udah laper banget dan jauh lagi kalau mesti keluar Dusun Bambu. Ga disangka, walaupun konsep Resto tapi design interiornya oke banget. Area pertama masuk lantai atas dikhususkan untuk area gathering. Untuk makan dan minum pengunjung diarahkan ke area bawah. Kami pilih untuk makan di area balkon karena viewnya danau. Selain meja dan makan ada juga sofa bulat rotan cocok banget untuk tidur siang tapi bener lho ada beberapa pengunjung yang terlihat tidur πŸ˜€ Harga makanan setara Resto lah. Kami sekeluarga pilih menu paket nasi tradisional seharga 47,000 idr. Kami sengaja memilih paket nasi yang berbeda – beda, seperti nasi bakar, nasi kencur, nasi pedas. Selesai makan, ga lupa foto – foto dulu sambil memandangi danau di sore hari.

Jpeg

Pemandangan Danau dan Gubug Purbasari dari Burangrang CafeΒ 

Masih banyak aktifitas lain yang bisa dilakukan di Dusun Bambu, sayang waktu ga banyak. Pengunjung bisa memanah, air soft gun, petik strawberry, jogging, jalan – jalan di kebun bunga dan lainnya. Disini ada juga lho pilihan penginapan yang menarik banget, di gubug macam desa atau glamping yang kekinian. Asal punya waktu dan uang banyak, boleh lah datang lagi πŸ˜€

Samakta Guest House Lembang

Standard
Samakta Guest House Lembang

Agustus 2016 ini papa Rizki pindah kerja (untuk keseribu kali nya hahahaha) Nah kebetulan ada 3hari waktu kosong sebelum mulai ke tempat baru, langsung deh Mama nya Zahra rencanain liburan singkat ke Lembang. Dan Papa Rizki pun menghela napas panjang πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Kami pergi ke Lembang dengan keluarga besar, Mama, Bapak, 2 adik saya yang pengangguran bahahaha, saya, Rizki dan Zahra. Keputusan ini mendadak. 1hari sebelum berangkat langsung kontak rental mobil, karena ga mungkin berangkat dengan mobil antik Aki 😦 dan cari hotel. Cari hotel ini yang paling disukai saya tapi paling lama prosesnya. Selain kebanyakan ngayal lihat – lihat hotel mewah, mutusin 1 hotel aja butuh waktu 1 bulan bahaahah lebay banget sih akuuh. Nah ini saya cuma punya waktu 1 hari. Oke deh, cita cita awal ngebet pengen di Sandalwood langsung dicoret mengingat kami pergi ber 6 dan butuh 3kamar deluxe atau 1 family room plus 1 deluxe. Ga mungkin banget kan kalau budget kami 2 juta untuk 2 malam hehhehe *nangis dipojokan.

Pilihan hotel di Lembang untuk keluarga besar kebanyakan ya Villa. Tapi dengan budget seadanya ada sih beberapa pilihan tapi sayang review nya jelek. Ngimpi glamping pun dicoret. Biayanya naujubila gede ya hahhaha. Yaudah Β cari guest house yang dekat dengan tujuan wisata kita yaitu Farmhouse Lembang. Lokasi checked, harga sesuai budget checked, review oke pilihan jatuh ke Samakta Guest House.

Lokasi gampang ditemukan karena berada di belakang Tahu Susu Lembang yang semua orang udah familiar dengan tempat ini. Memang sih masuk ke jalan pemukiman penduduk di belakangnya tapi ga jauh kok, dekat dengan resort mewah San Gria Lembang. Strategis banget kalau mau explore Lembang.

Harga? Mereka punya family room dengan isi 3 beds untuk 6 orang. Untuk 2 malam cukup bayar 1,6 juta saja lho *horee happy yippy πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰ πŸ˜‰ πŸ˜‰ Biaya tersebut sudah termasuk sarapan seadanya ya. Hari pertama kami sarapan pepaya + nasi goreng + telor + kopi + teh. Hari kedua kami sarapan pepaya + bubur komplit + kopi + teh. Oke lah untuk isi perut.

Internet di hari pertama lancar jaya, sayang di hari kedua ada masalah pada jaringan huhuuu.

Penginapan ini cukup bersih, kamar bersih tapi ya furniture seadanya bukan bergaya modern ya. Kamar mandi kurang terawat tapi ada shower air panas dan kadang flush kurang lancar. Beberapa spot di luar kamar berdebu ya maklum aja karena tamu nya cuma kami ber 6 yang jaga penginapan sedikit hihiii. Katanya sih kalau weekend penuh ditambah ada event workshop juga disini. Ohya, Ibu pemilik Samakta ini concern banget sama para tuna rungu. Mereka diberikan keterampilan dan beberapa juga bekerja di penginapan ini. So kalau kalian ketemu mereka baiknya berkomunikasi dengan bahasa tubuh aja hehhehe. Di sini juga ada display beberapa hasil workshop seperti tas batik dan keramik yang bisa dibeli tamu.

P_20160802_220612_1_pP_20160802_220751_1_pP_20160802_220935_p

 

Ranezz Inn Tegal

Standard
Ranezz Inn Tegal

Lebaran 2016 kami sekeluarga mudik – mudikan ke Tegal. Hahaha mudik ke tempat lahir mertua tapi ga ada sanak saudara jadi ya jalan – jalan dan silaturahmi dengan tetangga jaman dulu sahaja.

Soal penginapan, saya, suami dan Zahra bermalam di hotel dekat situ, daerah Kapten Ismail, namanya Ranez Inn. Saya yang punya kriteria soal pemilihan hotel sempet bingung karena pilihan hotel modern di Tegal itu tidaklah banyak. Mostly sudah tua dan bukan selera kami hehehhe, gaya banget ya πŸ˜€ Kebetulan kerabat mertua informed tentang hotel ini, dekat, baru dan bagus katanya sih. Lihat review dan foto – foto hotel memang ok, harga pun murah lho. Karena kami sudah book 2 bulan sebelum tanggal inap, kami dapat harga non peak season lho. 325k IDR untuk 1 malam di kamar suite, kamar paling beken disono bahahahah.

Beberapa hari menjelang keberangkatan, saya sempat telpon untuk konfirmasi, sayangnya si Mbak nganu lupa dan kekeh dong kalau bookingan saya kena harga peak season tapi untungnya setelah debat dan diskusi (dengan managemen mungkin) saya dapat harga sesuai saat booking. Anyway, proses booking hotel dilakukan manual dengan telepon dan transfer ke pihak hotel. Katanya sih lagi proses ikutan travel online.

Alhamdulillah pilihan kamar suite tepat sekali. Letaknya di belakang, terpisah dari gedung utama. Jadi seperti rumah sendiri, ada parkiran luas dan ada teras untuk duduk santai. Kamar pun luaass ada sofa dan meja buat duduk nonton HBO hihiii, paporit kita banget dah πŸ˜€ Namun ada beberapa poin yang kurang oke misalnya kamar mandi (cukup besar sih, bersih dan ada air panas) tapi beberapa item terlihat rusted. Sarapan standard hahha dan internet di kamar very poor.

Keseluruhan sih hotel oke lah dengan harga yang segitu murah dan numpang tidur ya karena selama disana kami isi dengan jalan – jalan keliling Tegal.

 

Amaris Hotel Malioboro

Standard

Liburan di Yogya akhir April ini saya menginap di Amaris Hotel Malioboro. Ini kali ke2 saya menginap di jaringan Amaris. Berbeda dengan Amaris Semarang, hotel yang baru buka 4 bulan ini lebih besar. Kamar lebih luas, disertai dengan 2 jendela. Layaknya hotel baru, kondisi kamar, bathroom, furniture AC, kebersihan sempurna👌.

Fasilitas hotel ok seperti ruang makan yang lebih besar dan ada pool juga lho. Walaupun pool seadanya, yaitu 1 pool dewasa dan 1 pool anak, kedua nya kecil dan kotak standard biasa banget tapi untuk hotel budget seperti Amaris itu luar biasa👍👍.

image

Ohya, seperti di Amaris lain, menu sarapan yang disediakan adalah roti tawar dengan aneka selai, puding/ kukusan/ gorengan, makanan berat seperti nasi goreng, ayam/ ikan, sayur, makanan lokal, bubur/ soto dan egg station. Jangan bayangkan ada menu western standardΒ  macam sereal, keju, yoghurt ya😜.
Berhubung baru, petugas di egg station nya kewalahan setiap tamu banyak apalagi banyak yang ngerumunin nunggu pesanan telor. Jadi suka lama dan kadang lupa.

Yang paling paling penting adalah lokasi nya, tepat di tengah Malioboro. Hanya beberapa meter dari mulut gang Pajaksen. Betul-betul cocok buat yang hobi cari oleh-oleh seperti mama saya😁.

Bali Safari and Marine Park

Standard

Alhamdulillah saya, suami & Zahra sedang menikmati liburan di Bali!!!!!

Banyak banget tempat di wish list yang belum pernah dikunjungi tapi kenapa oh kenapa Bali selalu memanggil-manggil πŸ™‚

Liburan di Bali kali ini, saya sempatkan ke Bali Safari & Marine Park di daerah Gianyar. Travelling dengan anak tentu akan lengkap dengan memasukkan pilihan tempat wisata keluarga dan kebetulan Zahra selalu happy & excited setiap melihat hewan.

IMG_4912

Tiket masuk paling murah untuk dewasa 150,000 idr
Safari journey + Marine Park

Safari Legend 275,000 idr
Safari Journey + Marine Park + Water Park + 1x Fun Zone + Bali Agung Show

Dan dari hasil browsing – browsing, dapet info di Instagram kalau ada promo BUY 1, GET 1 untuk Safari Legend!!!
Langsung lah pilih itu! Tiket bisa beli langsung di lokasi, jadi ga perlu pesan on line.

Ini review saya tentang paketnya:
Safari journey yaitu keliling 30menit dengan shuttle busΒ  melihat koleksi hewan. Jujur ini tidak sesuai ekspetasi hahahha, bagus memang tapi kurang banyak binatangnya ehehehe, lalu di Marine Park kami hanya disuguhkan dengan deretan aquarium. Masih lebih bagus Sea World sih. Atau mungkin ekspetasi ini terlalu berlebihan πŸ˜‰ Mungkin ekspetasi saya itu lihat binantang di Afrika πŸ˜‰ Tapi memang harus diakui, Bali Safari ini menarik. Dari awal datang, seluruh tamu akan diarahkan untuk naik shuttle menuju Bali Terminal dimana pengunjing dapat memilih area mana yang akan di explore duluan. Adventure Journey nya berasa deh.

 

Bali Safari punya wahana permainan seperti di Dufan. Ada roller coaster, boat, dll, nama arenanya Fun Zone. Dengan membeli tiket Safari Legend, kami dapat 1x tiket permainan Fun Zone.Β  Suami saya mencoba Flume Ride, mirip Niagara Gara di Dufan. Sebelumnya saya sudah wanti – wanti kalau itu tinggi, ngeri..tapi suami saya kekeeuh, malahan ngotot ngajak saya & Zahra. Waduh, bayi bisa nyungsep ihh. Dan selesai main, Rizki pun langsung lemas, gemerutuk, gemeteran πŸ˜€
Akhirnya tiket gratisan satu lagi ga sanggup buat wahana ekstrim. Saya dan Zahra pun main odong – odong versi mewah alias komedi putar, namanya Marry Go Round.
Di Fun Zone ini ada pula Water Park, kolam renang menarik untuk anak bermain air. Jangan bayangkan water park di Jakarta ya, ini kecil πŸ™‚ Meskipun kecil tapi tetap ada perosotan & ember guyur besar.

Bali Agung Show menarik sekali. Pertama masuk gedungnya jalan agak gelap seperti di goa lalu di dalam tidak dibolehkan membawa kamera & HP,Β  jadi lebih baik dititipkan. Panggung teater besar dan menarik sekali. Lebih baik duduk di tengah agar pandangan jelas terlihat. Saya pikir hanya pertunjukan tari Bali rupanya ini cerita sejarah Bali yang dikemas sangat menarik dengan tarian Bali dan hewan asli.

Selain wahana diatas, pengunjung dapat menyaksikan wahana lainnya seperti tari Bali, parade satwa, animal feeding, foto bareng ataupun sekedar melihat – lihat beberapa hewan di kandang (bukan di rute safari journey).

Pengalaman berkunjung ke sini, berikut tips dari saya:
1. Kosongkan waktu 1hari penuh bila berkunjung ke sini, karena jaraknya yang tidak dekat pusat kota & cukup luas area yang akan dijelajahi.

2. Dilarang membawa makanan & minuman dari luar. Beneran di periksa lho, kalau ketauan, bekal bisa dititip. Mending makan dulu sebelum kesini, kecuali kalau emang niat makan di restoran nya πŸ™‚

3. Bakalan cape, jadi kondisi mesti fit. Gunakan pakaian & sepatu yang nyaman. Bawa baju ganti kalau mau main basah – basahan.

4. Untuk yang bawa anak kecil, disediakan baby stroller. Saya sih pake Ergo Baby trus sesekali dibiarkan jalan sendiri, tapi capeeee kejar – kejaran.

5. Datang ke Bali Safari lebih baik dengan mobil pribadi/ sewaan. Jangan drop off dengan Taksi/ Uber/ nebeng orang hahahah karena sulit untuk mencari kendaraan pulang. Ada jasa taksi pribadi tapi mahal. Tarif Bali Safari – Ubud dikenakan 250,000 idr.

6. Sepulang dari Bali Safari sempatkan main ke pantai terdekat. Ada Pantai Masceti dan Pantai Keramas. Kira – kira 5-10 menit berkendara.

Selamat berlibur!

 

 

Krabi, Pulau Muslim di Thailand

Standard

Maret tahun lalu saat masih di Kuala Lumpur, kami berlibur ke Krabi, Thailand. Kenapa Krabi?

satu: karena pengen liburan ke Pantai cantik

dua: karena tiketnya lagi murah banget

tiga: mba mba Kedai dekat kantor suami cerita tentang liburan yang berkesan disana. Aaaah jadi kabita kan πŸ™‚

Penerbangan dari KL ke Krabi hanya satu jam. Alhamdulillah Zahra yang saat itu berusia 7 bulan tidur selama di pesawat. Pertama kali berada di bandara KBV, kesan pertama kami: kecil, sederhana, sepi dan ga tersedia pulpen untuk isi Arrival Card. Emang salah kami sih, pulpen ketelingsep dimana, jadi sebelum sampai imigrasi pastilah yang dicari pulpen. Tapi di tempat pengisian form sama sekali ga ada pulpen, malah ada meja dengan tulisan harga pulpen! OMG, pulpennya dijual!

Dari bandara Krabi kami langsung menuju tempat tujuan yaitu pantai Ao Nang. Sebetulnya ada beberapa pantai lagi yang juga menarik, tapi kami cari yang ramai jadi tidak susah cari makan/ transportasi nya. Perjalanan menuju Ao Nang cukup lama, untungnya kami ga ekonomis ekonomis banget naik bus hahhaa. Kami minta dijemput oleh pihak Hotel, tapi ngobrol ngobrol dengan si supir Bapak Yusuf, ternyata ini tuh taksi yang di call oleh si mbak Hotel. Oalaaaaaa taksi kok bagus banget ga boong. Ini tuh mobil coach kira kira muat 15 orang, interiornya juga kulit. Mobil segede gini diisi oleh kita ber 2 + 1 baby rasanya kosong heheh.

Taxi to Ao Nang 600 bath

Jalanan di Krabi besar dan sepi. Mendekati daerah pantai baru terlihat keramaian. Ohya ciri khas Krabi tampak dari tebing – tebing tinggi yang mengelilingi area nya. Unik sekali.
image

Kami menginap di The Verandah, kurleb 200m ke pantai Ao Nang. Hotel ini baru direnovasi, kecil, cukup modern, room dengan balkon (jadi bisa jemur popok hahaha), bergaya Maroko, dominan warna toska, murah meriah, tidak ada pool dan parkiran. Kalau mau berenang, bisa ke sister hotel, The Peace Laguna Resort. yang cuma berjarak beberapa langkah kekanan. The Peace Laguna Resort itu luas, punya beberapa pool, bungalow, spa, lengkap deh pokoknya tapi sayangnya lil bit old.

Kami sampai check in sudah menjelang Maghrib, jadi selesai solat, beres-beres, baru deh menyusuri jalanan yang ramai oleh restauran, tempat pijat, mini market, souvenir, juga penjual makanan.Β  Kami jatuh cinta banget dengan street food Thailand di Krabi!! Murah meriaaaah, enak dan mostly halal. Krabi memang diisi oleh masyarakat muslim Thailand. Jadi ga heran kalau beberapa kali ketemu Masjid, kenalan dengan orang yang namanya khas Islami, dan pastinya ga repot cari makan halal.

Street food favorit kami:

Squid: 60 bath

Banana Nutella Pancake: 40 bath

Banana Milk Shake: 40 bath

Pad Thai: 35 bath

Yang menarik bagi kami adalah makanan/minuman seperti pancake & milkshakeΒ  yang dijual dengan gerobak, jadi buahnya digantung gantung hahah. Untuk menarik perhatian turis, beberapa restaurant memajang gadis-gadis cantik dengan kostum adat Thailand. Saya sih ga masuk restaurant, cuma numpang foto aja hahah. Kami sempat juga makan di depan hotel, tempatnya berupa kios kecil. Makanan yang ditawarkan seperti nasi kari, pad thai, juga curry and meatball. Rasanya asam manis, tidak seperti kari India.
image

Β Oiya, berhubung travelling with baby 7 m yang masih MPASI, kami membawa alat masak sendiri. Jadi Zahra belum bisa ikutan makan Pad Thai yaaaa πŸ˜€ Dan perlu diingat, ibu ibu yang mau bawa peralatan perang MPASI hendaknya punya jatah bagasi, jadi segala pisau & pisau blander bisa masuk pesawat. Jangan seperti kami yang mesti add on ;(

image

image